Lukisan I: Simpelnya Syarat Pangan

siap santap

Pangan adalah kebutuhan dasar manusia. Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, manusia punya energy atau tenaga untuk beribadah, berpikir, bekerja, berkontribusi ataupun segala aktivitas lainnya. Apa saja sih syarat pangan yang bisa memberikan segala hal yang tak terbesit dipikiran kita? Tentunya kita menginginkan pangan yang tidak sekedar memberikan tenaga, tetapi juga memberikan kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, dan lainnya. Jawabannya sudah tercantum dalam Al-Quran, sebagaimana Allah berfirman:

“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepadaNya” [QS. Al Maidah/ :88].

“Halal dan Baik” adalah kunci syarat pangan yang harus kita penuhi. Pangan halal adalah pangan yang diperbolehkan secara syariat Islam. Halal-haramnya pangan ini sudah tercantum dalam Al-Quran dan Hadits. Sehingga syarat pangan harus halal adalah syarat mutlak yang harus dipenuhi sebagai bentuk ketaatan umat Islam kepada sang Pencipta. Sedangkan syarat “Baik“ pangan jika dibahas mebutuhkan cakupan ilmu yang lebih luas. “ Pangan Baik” banyak dipelajari dan diteliti oleh ilmuwan pangan, teknolog pangan, ilmuwan gizi, dan ilmuwan lainnya.

Pangan Baik atau Thoyyib dapat dijabarkan secara ringkas sebagai pangan yang aman, bermutu, dan bergizi. Syarat ini telah diurutkan dengan tingkat kepentinggannya, walaupun seharusnya semua syarat pangan itu harus terpenuhi. Aman adalah syarat utama pangan yang thoyyib, aman berarti tidak menyebabkan segala sesuatu yang tidak kita inginkan ketika mengkonsumsi pangan. Pangan yang aman itu bebas dari bahaya biologi (bakteri, virus, kapang, dsb yang memiliki efek merugikan kesehatan), bebas dari bahaya kimia (pestisida, pengawet non pangan, pewarna tekstil, dsb) serta bebas dari bahaya fisik (pecahan gelas/kaca, isi steples, dsb).

Pangan bermutu atau berkualitas adalah syarat kedua dari turunan syarat pangan thoyyib. Syarat mutu pangan adalah pada dasarnya terdiri atas rasa, aroma, penampakan/wujud, dan warna. Rasa yang sangat manis, asam, pahit, atau terlalu asin, aroma yang menyimpang atau busuk, wujud yang penyok atau rusak, warna yang tidak normal dari suatu produk pangan tentu tidak mudah untuk diterima oleh konsumen. Mutu pangan yang baik bisa dimungkinkan sebagai indicator pangan yang aman. Dan syarat terakhir dari turunan pangan hoyyib adalah pangan yang bergizi. Bergizi berarti memiliki kandungan komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Dari syarat pangan bergizi bisa diturunkan lagi menjadi penerapan gizi seimbang “Beragam, Berimbang, Sehat, dan Aman”.  Pada akhirnya, jika semua syarat pangan “Halal dan Thoyyib” ini terpenuhi insya Allah akan menunjang hidup yang sehat, bugar, berkah.

#jangan lupa kalau makan duduk dan baca bismillah

Iklan